Selasa, 17 Oktober 2017

Mengenal Jogja-ku


Hallo, gimana sama blog pertamaku yang belum lama aku publikasikan? Seru ngga? Sekarang, aku mau bikin blog kedua ku nih. Kira-kira aku mau bahas apa yaa? Kemaren aku udah bahas tentang pertemanan ku dengan dua sahabatku itu, kira-kira aku bakal bahas apa lagi. Gimana kalo aku bahas tentang kampung halamanku? Yaa, Jogja. Aku bakal bahas tentang daerah istimewa itu. Kalian pasti ngga bakal asing sama kota yang dijuluki dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalian bakal tau Istimewanya kota Jogja, pernasaran? Yuk silahkan di baca blog ku tentang Daerah istimewa Yogyakarta. 



Sebelum mengenal lebih jauh tentang Jogja, kita baca dulu yuk sedikit sejarahnya. Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Walau secara geografis Yogyakarta merupakan daerah setingkat provinsi terkecil kedua setelah DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali.


Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau disebut Zelfbestuurlandschappen atau Daerah Swapraja, yaitu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ( NKRI ), Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan kepada Presiden RI , bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi wilayah Negara RI, bergabung menjadi satu kesatuan yang dinyatakan sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesa (NKRI), DIY mempunyai peranan yang penting. Terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 pernah dijadikan sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia. Tanggal 4 Januari inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari Yogyakarta Kota Republik pada tahun 2010. Pada saat ini Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Kadipaten Pakualaman dipimpin oleh Sri Paku Alam X yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Keduanya memainkan peran yang menentukan dalam memelihara nilai-nilai budaya dan adat istiadat Jawa dan merupakan pemersatu masyarakat Yogyakarta.


Oiya kalian tau ngga kenapa Jogja dijuluki sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta? Kalau kalian ngga tau nih jawabannya. Menurut UU Nomor 3 tahun 1950 yang dikeluarkan oleh negara bagian Republik Indonesia yang beribukota di Yogyakarta pada maret 1950, keistimewan DIY mengacu pada keistimewaan yang diberikan oleh UU Nomor 22 Tahun 1948 yaitu Kepala Daerah Istimewa diangkat oleh Presiden dari keturunan keluarga yang berkuasa di daerah itu pada zaman sebelum Republik Indonesia dan yang masih menguasai daerahnya, dengan syarat-syarat kecakapan, kejujuran, kesetiaan, dan dengan mengingat adat istiadat di daerah itu. Selain itu, untuk Daerah Istimewa yang berasal dari gabungan daerah kerajaan dapat diangkat seorang Wakil Kepala Daerah Istimewa dengan mengingat syarat-syarat sama seperti kepala daerah istimewa. Sebab pada saat itu daerah biasa tidak dapat memiliki wakil kepala daerah. Adapun alasan keistimewaan Yogyakarta diakui oleh pemerintahan RI menurut UU Nomor 22 Tahun 1948 ( yang juga menjadi landasan UU Nomor 3 Tahun 1950 mengenai pembentukan DIY ), adalah Yogyakarta mempunyai hak-hak asal usul, dan pada zaman sebelum Republik Indonesia sudah mempunyai pemerintahan sendiri yang bersifat Istimewa ( zelfbestuure landschappen ).





Tadi di atas kan, aku ngebahas tentang sejarah dan julukan kota Jogja. Sekarang aku bakal bahas wisata-wisata yang ada di Jogja yang sudah Go Internasional. Aku akan ngebahas beberapa tempat wisata yang sudah dikenal di manca negara dan para turis, yaitu:
  •   Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah salah satu warisan budaya peninggalan nenek moyang yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Bangunan bersejarah ini bahkan pernah menjadi nominasi untuk masuk dalam daftar keajaiban dunia. Candi yang dibangun pada abad ke 8 dan 9 tanpa peralatan modern ini akan menantang para fotografer untuk mengabadikan keindahannya melalui kamera. Borobudur dibandung pada masa pemerintahan dinasti Syailendra dengan rancangan berupa 6 teras berbentuk bujur sangkar dengan 3 pelataran membentuk lingkaran. Pada dinding candi terukir 2672 panel relief dan dihiasi sejumlah 502 patung Budha. Stupa utama terletak pada bagian tengah candi dengan 72 buah stupa yang lebih kecil dan pada bagian dalamnya terdapat patun Budha bersila. Beberapa tahun yang lalu, aktor Amerika yang menganut agama Budha, Richard Gere juga pernah mengunjungi candi ini untuk beribadah sekaligus merayakan hari besar agama Budha.

  • Pantai parangtritis
Siapa bilang pantai berpasir hitam tak seindah pantai berpasir putih sebagaimana pantai-pantai di pulau Dewata. Saat menginjakkan kaki di Pantai Parangtritis Anda pasti akan terpikat dengan pemandangan alam pantai yang luar biasa di destinasi wisata ini. Pantai Parangtritis memiliki karakter ombak yang cukup besar sehingga wisatawan harus cukup waspada agar tak terbawa arus. Saat ditimpa sinar matahari, pasir vulkanis hitam di pantai akan terlihat berkilauan dan menawarkan pemandangan alam yang eksotis. Tetapi ingat agar Anda tak mengenakan pakaian berwarna hijau saat berwisata ke pantai ini karena kearifan lokal penduduk meyakini bahwa pantai ini adalah kerajaan Kanjeng Ratu Kidul, makhluk halus penguasa Pantai Selatan. Berpakaian hijau konon dapat menyebabkan sang Ratu murka.

  • Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta dapat dikatakan sebagai tempat wisata yang menjadi icon daerah istimewa tersebut. Istana ini didirikan pada area seluas 1.3 km persegi dan terdiri dari 7 bagian, yaitu lingkungan Alun-Alun Utara sampai Siti Hinggil Utara, Keben atau kemandungan Utara, Sri Manganti, Keraton Pusat, Kemagangan, Kemandulan Kidul, Alun-Alun Selatan Hingga Siti Hinggil Selatan. Sementara tata ruang keraton dibangun dengan pola kosentrik yang mengandung filosofi Jawa. Pada lapisan terluar keraton terdiri dari Alun-Alun Utara Yang Merupakan Bangunan Masjid Agung, Pekapalan, pasar yang berbentuk catur gatara tunggal, dan Pagelaran. Selain Alun-Alun Utara terdapat pula Alun-Alun Selatan yang atributnya adalah Kandang Gajah Kepatihan dan Benteng. Bagian kedua keraton adalah halaman Siti Hinggil yang menjadi lokasi upacara kerajaan dan latihan keprajuritan. Bagian ketiga adalah Pelataran Kemandhungan Utara dan Selatan dengan bangsal Pancaniti yang menjadi ruang sidang perkara dengan Raja sebagai hakimnya dan ruangan tunggu bagi para abdi dalem istana untuk menghadap Sultan. Bagian berikutnya adalah Pelataran Sri Manganti yang juga merupakan tempat menunggu tamu untuk menghadap Sultan. Selain itu terdapat pula bangunan bangsal Trajumas dan bangsal Kemagangan. Dan bagian yang paling penting yang menjadi pusat keraton adalah pelataran kedhaton, yang terdiri dari 3 bagian yaitu Tratag, Pringgitan Dalem dan Pendhopo.
  • Candi Prambanan
Candi Prambanan yang dikatakan sebagai Candi Hindu termegah di tanah air. Candi ini bahkan telah dinobatkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO sehingga wajib dilestarikan dan dilindungi. Tak hanya bangunan arsitekturnya yang sangat memikat, pemandangan alam di sekitar Candi Prambanan pun luar biasa terutama saat menjelang matahari terbenam. Pembangunan Candi ini bertujuan untuk tempat pemujaan bagi Dewa Syiwa pada tahun 850 M pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Nama lain candi ini adalah Rumah Syiwa atau Shiva-grha yang mungkin belum banyak diketahui orang. Yang menarik, lokasi Candi Prambanan tak terlalu jauh dengan Candi Borobudur yang merupakan Candi Budha. Hal ini menunjukkan bahwa sejak zaman nenek moyang kita telah terjadi kehidupan antar agama yang harmonis dan damai.



  •  Jalan Malioboro
Banyak orang mengatakan bahwa kaliam belum ke Jogja kalau belum mengunjungi jalan Malioboro. Di sepanjang jalan ini kalian dapat membeli beragam oleh-oleh khas Jogja berupa barang-barang kerajinan tradisional seperti tas, hiasan dinding, perlengkapan rumah, hingga kaos atau pakaian batik. Pencinta wisata belanja pasti akan betah sekali mengunjungi lokasi wisata ini. Kalian juga dapat melanjutkan perburuan barang kerajinan di toko-toko di Pasar Beringharjo. Bila sudah penat berbelanja, habiskan waktu kalian untuk duduk lesehan sambil menikmati hidangan pada angkringan Jogja di sekitar lokasi. Asal mula jalan ini sebenarnya adalah sebuah rute upacara yang berbentuk garis lurus dari istana menuju ke Gunung Merapi.




Sebenarnya masih banyak sekali tempat wisata yang terkenal di Jogja, mulai dari wisata alam, wisata pantai. Jogja sekarang mulai menunjukkan tempat wisata terbarunya seperti Upside Down World Jogja, Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark, Green Village Gedangsari, Telaga Biru Gunung Kidul, Kalibiru Kulonprogo, Hutan Pinus Mangunan, Kebun Buah Mangunan dan masih banyak lagi yang ngga bisa aku sebutin semuanya. 


Jogja tidak hanya terkenal tempat wisatanya juga, Jogja juga terkenal dengan kulinernya. Kalau kalian ke Jogja kalian juga harus coba kuliner-kuliner Jogja yang rasanya ngga kalah enak sama makanan yang ada di restoran. Jogja paling terkenal di bidang kulinernya yaitu Gudeg. Salah satu tempat wisata kuliner yang direkomendasikan adalah House of Raminten yang menyediakan beragam menu tradisional berupa nasi kucing, wedang sereh, sate lilit, tahu bola, dan berbagai hidangan khas Jogja lainnya. Nuansa Jawa terlihat cukup kental dengan penataan interior restoran, dress code pada pegawai dan alunan gending Jawa yang tak terputus dari obyek wisata ini. Pada hari libur dan akhir pekan restoran ini akan sangat ramai didatangi wisatawan. Selain House of Raminten, kalian juga bisa wisata kuliner lainnya yang memanjakan lidah kalian seperti Sate Klathak Pak Pong, Manggar Manding, Nasi Goreng Beringharjo, juga Mie Telap 12. Bila kalian lebih suka mencicipi lokasi wisata kuliner dengan menu yang lebih modern, di Jogja terdapat Banyu Mili Country Club, Bong Kopitown, dan coffe shop yang menyediakan menu minuman dominan terbuat dari susu yaitu Kalimilk Yogyakarta.

Jogja sangat kaya akan wisata dan kulinernya. Aku sebagai orang Jogja, bangga punya kampung halaman seperti Jogja ini, tidak ada kata bosan untuk selalu ngabisin waktu liburan dikota yang terkenal dengan wisatanya dan kulinernya. Kalau kalian belum pernah ke Jogja, kalian bakal nyesel. Karena kalian belum menikmati ciptaan Tuhan yang sangat teramat bagus itu. Jogja punya wisata alam yang luar biasa banget, sayang-sayang kalau kalian tidak menikmatinya. Sebelum kalian menjelelajai luar negeri, kalian harus terlebih dahulu menjelajai Jogja. Jogja juga punya tempat wisata yang mirip wisata diluar negeri, salah satu contohnya itu  Gumuk Pasir Parangkusumo, Jogja VS Gurun Sahara, Afrika

Gimana-gimana hayooo, setelah baca blog aku tentang Jogja? Masih mikir-mikir buat liburan ke Jogja, kelamaan kalo mikir mulu. Ke Jogja ngga harus dengan biaya banyak kok. Kalau kalian ngga mau keluarin banyak biaya, kalian ke Jogja bisa naik kereta denga seharga Rp 75.000. Dengan seharga segitu kalian udah sampai Jogja dengan 8-9 jam perjalanan. Kalian ngga mau nginep dihotel karena mahal? Kalian bisa cari losmen murah di Jogja, di dekat Malioboro kalian bisa nemuin losmen-losmen murah dengan harga Rp 80.000-Rp 100.000/malam. Mau makan enak tapi murah, disepanjang jalan Malioboro kalian bakal nemu tempat kuliner enak dan murah. Tuhkan ngga perlu ngeluarin biaya banyak buat jalan-jalan ke Jogja. Ayo siapkan tanggal liburan kalian dan habiskan waktu liburan kalian di Jogja!!

2 komentar: