Minggu, 17 Desember 2017

Naskah Usada Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Bali




Abstrak: Masyarakat Bali memiliki tradisi usada sebagai tradisi pengobatan. Praktik pengobatan ini berlanjut hingga kini. Sejak dahulu usada sangat terkenal dan populer di dalam kehidupan masyarakat Bali. Hal itu dibuktikan oleh banyaknya manuskrip yang ditulis di atas lontar dalam bahasa dan aksara Bali yang disebut dengan lontar usada.

Tujuan artikel ini mengungkap perobatan dalam usada, mengetahui jenis, dan sistem pengetahuan perobatan masyarakat Bali. Untuk mendukung pemahaman dalam kajian ini digunakan metode kualitatif dengan inventarisasi, deskripsi, dan kajian isi. Dalam artikel ini dibahas data primer usada, terutama koleksi lontar Fakultas Sastra Universitas Udayana dengan tambahan data dari Gedong Kirtya. Dari hasil kajian ini diperoleh beberapa hal penting. Pertama, usada Bali sebagai kekayaan pengetahuan lokal dipelihara masyarakat Bali sebagai pemilik tradisi, baik lontarnya maupun pengetahuannya. Kedua, khazanah usada merupakan sistem pengobatan yang sangat beragam. Oleh sebab itu, masyarakat Bali memelihara kekayaan pengetahuan lokal ini dengan baik. Usada ini sangat beragam jenisnya tergantung jenis penyakitnya. Ketiga, pengobatan penyakit diperuntukkan bagi anak-anak dan orang dewasa, termasuk pengobatan perempuan hamil dan melahirkan. Ada juga usada untuk penyakit jiwa, penyakit lepra, dan penyakit orang yang terkena black magic. Kesimpulannya bahwa usada menjadi sistem acuan bagi masyarakat Bali dalam menjaga kesehatan dan menjadi kearifan lokal dalam pengobatan penyakit yang sebagian besar menggunakan flora, fauna, dan mantra.



 Masyarakat Indonesia yang terkenal dengan kebergaman dan kesatuan budayanya memiliki kearifan lokal (local wisdom). Kearifan ini menjadi alat pengendalian diri dalam pengelolaan diri sendiri. Manusia harus pandai menjaga emosi dan kesehatan fisik untuk menjalani hidup dengan sehat dan bahagia. Dalam hal menjaga kesehatan fisik dan emosi ini setiap suku memiliki pengetahuan, di antaranya obat-obatan. Kekayaan pengetahuan lokal dalam bentuk obat-obatan ini di antaranya diwarisi masyarakat dari nenek moyang yang direkam dalam manuskrip.

Genre obat-obatan dalam naskah Nusantara sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, baik fisik maupun psikis. Jenis naskah ini dimiliki oleh banyak suku di Indonesia, seperti Jawa, Sunda, Sasak, Melayu, Bugis, Makassar, Batak, dan Bali. Beberapa suku tersebut masih merawat kekayaan pengetahuan pengobatannya dan tradisi ini masih hidup hingga saat ini. Pada beberapa suku tradisi perobatannya ini sudah hampir punah dan tergerus oleh ilmu farmasi dan kedokteran modern. Di antara berbagai suku tersebut, tradisi perobatan yang masih hidup dan tetap aktif dalam sistem perobatan tradisional saat ini adalah masyarakat Bali yang disebut dengan usada. Tradisi usada di daerah itu masih hidup, bahkan hampir tiap pedanda memiliki lontar usada.

Kata Kunci: Manuksrip; Usada; Lontar; Mantra


Kalian bisa liat artikel aslinya di alamat website di bawah ini yaaa,

Jika kalian ingin melihat artikel lainnya, kalian bisa ke website e-Journal UIN Jakarta, websitenya dibawah ini

1 komentar: