Abstract: This correlational study aims at
knowing empirically the significant relation between the third year students’
crosscultural understanding and communicative competence at State Islamic
Senior High Scools at South Jakarta. Its data that are obtained through two
kinds of test are analyzed using both regression and correlation techniques.
The data analysis shows that the significance level of 0.05 with 60 students as
a sample of the research the Pearson’s table indicates the correlation
coefficient of 0.254. as the observed correlation coefficient is bigger than the value of the Pearson’s
table, the null hypothesis can be rejected and the alternative one is accepted.
Therefore, it can be understood that there is a significant relation between
the third year students’ cross-cultural understanding and communicative
competence at State Islamic Senior High Schools at South Jakarta.
Abstrak: Penelitian korelasional
ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan signifikan antara
pemahaman lintas budaya siswa tahun lalu dan kompetensi komunikatif pada SMA
Negeri Sakti di Jakarta Selatan. Data yang diperoleh melalui dua jenis uji
dianalisis dengan menggunakan teknik regresi dan korelasi. Analisis data
menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0,05 dengan 60 siswa sebagai sampel
penelitian, tabel Pearson menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,254. Karena
koefisien korelasi yang diamati lebih besar dari nilai tabel Pearson, hipotesis
nol dapat ditolak dan alternatifnya diterima. Oleh karena itu, dapat dipahami
bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemahaman lintas budaya mahasiswa
tahun ketiga dan kompetensi komunikatif di SMA Negeri di Jakarta Selatan.
Dibandingkan
dengan bahasa-bahasa lain, bahasa Inggris memiliki peran yang salangat luas
dalam berbagai aspek kehidupan manusia, seperti dalam dunia ilmu, teknologi,
perdagangan, politik, kebudayaan dan hubungan antaenegara baik secara bilateral
maupun multilateral. Peran tersebut sangat begitu besar, sehingga muncul pameo
tidak mengesuai bahasa Inggris berarti tertinggal. Memperhatikan peran
tersebut, pemerintah Indonesia memberiakn prioritas utama terhadap bahasa
Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing.
Kata Kunci: Silang Budaya, Kemampuan Komunikatif,
Koefisien Korelasi, Regressi
Kalian
bisa liat artikel aslinya di alamat website di bawah ini yaaa,
Jika
kalian ingin melihat artikel lainnya, kalian bisa ke website Repository UIN Jakarta, websitenya dibawah ini
GOOD INFORMATION
BalasHapus