Kamis, 14 Desember 2017

Hubungan Antara Penguasaan Silang Budaya dan Kemampuan Komunikasi


Abstract: This correlational study aims at knowing empirically the significant relation between the third year students’ crosscultural understanding and communicative competence at State Islamic Senior High Scools at South Jakarta. Its data that are obtained through two kinds of test are analyzed using both regression and correlation techniques. The data analysis shows that the significance level of 0.05 with 60 students as a sample of the research the Pearson’s table indicates the correlation coefficient of 0.254. as the observed correlation coefficient  is bigger than the value of the Pearson’s table, the null hypothesis can be rejected and the alternative one is accepted. Therefore, it can be understood that there is a significant relation between the third year students’ cross-cultural understanding and communicative competence at State Islamic Senior High Schools at South Jakarta.

Abstrak: Penelitian korelasional ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan signifikan antara pemahaman lintas budaya siswa tahun lalu dan kompetensi komunikatif pada SMA Negeri Sakti di Jakarta Selatan. Data yang diperoleh melalui dua jenis uji dianalisis dengan menggunakan teknik regresi dan korelasi. Analisis data menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0,05 dengan 60 siswa sebagai sampel penelitian, tabel Pearson menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,254. Karena koefisien korelasi yang diamati lebih besar dari nilai tabel Pearson, hipotesis nol dapat ditolak dan alternatifnya diterima. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemahaman lintas budaya mahasiswa tahun ketiga dan kompetensi komunikatif di SMA Negeri di Jakarta Selatan.

Dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain, bahasa Inggris memiliki peran yang salangat luas dalam berbagai aspek kehidupan manusia, seperti dalam dunia ilmu, teknologi, perdagangan, politik, kebudayaan dan hubungan antaenegara baik secara bilateral maupun multilateral. Peran tersebut sangat begitu besar, sehingga muncul pameo tidak mengesuai bahasa Inggris berarti tertinggal. Memperhatikan peran tersebut, pemerintah Indonesia memberiakn prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing.

Kata Kunci: Silang Budaya, Kemampuan Komunikatif, Koefisien Korelasi, Regressi

Kalian bisa liat artikel aslinya di alamat website di bawah ini yaaa,

Jika kalian ingin melihat artikel lainnya, kalian bisa ke website Repository UIN Jakarta, websitenya dibawah ini

1 komentar: