Jumat, 15 Desember 2017

Pengaruh Bekerja Di Luar Negeri Terhadap Tingkat Ekonomi Dan Peceraian



Abstrak: Kesuksesan hasil kerja para TKI membuat masyarakat Cikedung yang sebagian besar bekerja sebagai buruh tani dan tidak mempunyai penghasilan tetap memilih untuk bekerja di luar negeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tingkat ekonomi keluarga setelah bekerja ke luar negeri serta pengaruh bekerja di luar negeri terhadap tingkat perceraian pada masyarakat di Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebelum bekerja ke luar negeri kehidupan ekonomi keluarga tergolong rendah tetapi sesudah bekerja di luar negeri menjadi kehidupan ekonomi mereka mengalami peningkatan yang signifikan. Terkait dengan perceraian, tidak terdapat pengaruh yang signifikan karena hanya dialami oleh sebagian kecil keluarga yang bekerja di luar negeri.

 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan praktek demi peningkatan kesejahteraan TKI dan keluarganya dengan memanfaatkan kesempatan kerja internasional yang tersedia. Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri: “Tenaga Kerja Indonesia yang kemudian disebut TKI adalah setiap warga negara Indonesia yang mempunyai syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja dalam jangka waktu tertentu dengan menerima upah”.

Banyaknya kaum wanita yang menjadi TKI telah menimbulkan perubahan yang sangat luas dan mendasar khususnya bagi wanita yang telah berkeluarga. Keluarga yang dahulu utuh, telah berubah menjadi keluarga yang tidak utuh lagi, banyak keluarga yang tidak lagi memiliki sosok istri bagi suami dan peran ibu bagi anak-anaknya. Terpisahnya keluarga antara suami dan istri, karena salah satu anggota keluarga tersebut menjadi TKI menimbulkan masalah dalam anggota keluarga, selain terpisah dalam waktu yang lama kondisi tersebut diperparah lagi dengan sebagian besar suami TKI ini cenderung menjadi malas bekerja setelah istrinya menjadi TKI. Berdasarkan data yang ada, disebutkan bahwa 92% penyebab perceraian di Indramayu adalah karena faktor ekonomi.

Kata Kunci: Bekerja Di Luar Negeri, Tingkat Ekonomi, Tingkat Perceraian


Kalian bisa liat artikel aslinya di alamat website di bawah ini yaaa,

Jika kalian ingin melihat artikel lainnya, kalian bisa ke website e-Journal UIN Jakarta, websitenya dibawah ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar